<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rock&#38;Sufi's Blog</title>
	<atom:link href="http://rocknsufi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rocknsufi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Apr 2009 22:41:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rocknsufi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rock&#38;Sufi's Blog</title>
		<link>http://rocknsufi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rocknsufi.wordpress.com/osd.xml" title="Rock&#38;Sufi&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rocknsufi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://rocknsufi.wordpress.com/2009/04/06/24/</link>
		<comments>http://rocknsufi.wordpress.com/2009/04/06/24/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 22:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rocknsufi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rocknsufi.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &#60;!&#8211; /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&#8221;"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} &#8211;&#62; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:&#8221;"; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:&#8221;Times [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rocknsufi.wordpress.com&amp;blog=7222544&amp;post=24&amp;subd=rocknsufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><br />
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }<br />
  &lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0in;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
	mso-ansi-language:#0400;<br />
	mso-fareast-language:#0400;<br />
	mso-bidi-language:#0400;}</p>
<p class="MsoNormal">Hampir setiap malam, selesai ba’da<span> </span>Isya, Duile selalu menyempatkan diri datang kerumah sahabatnya, AL. Entah sekedar numpang ngopi sambil bercengrama membahas hal remeh-temeh, entah sekedar temu kangen, atau memang ada masalah penting yang harus segera mereka pecahkan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dan tiap kali kedatangan Duile suasana rumah Al mendadak seperti studio televisi. Percakapan dua mahluk itu mendadak <span> </span>mengganggu kuping tetangga kanan-kiri. Percakapan seru merka layaknya asara <em>talk show</em>-nya Mr. Tukul Arwana. Mereka bebas membahas apa saja yang mengganjal di hati. Dari soal urusan kenegaraan (ta’ elaa.., bak pejabat teras aja), masalah <span> </span>ekonomi, politik, sampai soal maling sandal yang suka gentayangan di masjid.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tapi apa pun yang mereka bahas, pasti mereka kompak memandangnya dari sudut ketauhidan. Ujung-ujungnya yang disebut-sebut adalah nama ALLAH dengan segala Kemaha BesaranNya. Itu bukan karena mereka tengah demam dengan seluk-beluk ajaran <em>Thariqat </em>yang memang tengah mereka amalkan.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi karena mereka yakin tidak ada kebenaran lain selain kebenaran dari Tuhan. Mernurut mereka, secerdas apa pun akal pikiran manusia dalam merumuskan persoalan hidup, pasti mentok, menemukan jalan buntu, karena akal pikiran manusia memang serba keterbatasan; terbatas pada kondisi dan keadaan, terbatas pada pengetahuan, terbatas kemampuan akal dalam menganalisa permaslahan, dan keterbatas-keterbatasan lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jika ada orang yang menganggung-agungkan akal pikiran seakan-akan bisa dijadikan Tuhan tandingan, dalam mengatasi segala persoalan kehidupan, mereka menganggap orang tersebut sebenarnya tengah mengidap penyakit hati stadium kritis, yaitu penyakit sombong, yaitu sombong terhadap Tuhan. Penyakit warisan iblis yang menyebabkan ia di kutuk Tuhan, dan layak menjadi penghuni neraka secara permanen.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sudah tiga tahun belakangan ini, memang wajah Duile nampak cerah-ceria, penuh kedamaian dan kesejukan seperti embun pagi hari. Jauh dari gambaran Duile yang dulu, saat ia masih jahiliah. Yang mana tiap kali datang selalu dengan wajah bringas, dengan setumpuk permasalahan yang bersarang di hati. Tapi itu dulu, ketika wajahnya kadang-kadang saja tersentuh air <em>wudhu</em>, hatinya mengabaikan sapa mesra bisikan Ilahi, pikiran dan hatinya keruh sibuk mengejar dunia yang tidak terkejar-kejar.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ternyata masa kelam tersebut sebagai cara Tuhan juga untuk merangkul dan membelai hati Duile dan Al serta teman-teman lainnya yang tergabung pada pengajian salah satu <em>Thariqat</em>. Ajaran dimana mereka <span> </span>tidak pernah ia bayangkan sebelumnya bakal dijelajahi dengan segenap hati..</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Untuk perjumpaan kali ini, mereka tidak untuk mengenang masa-masa kelabu mereka dahulu, yang menimbulkan romantisme tersendiri. Dan juga bukan membahas pengalaman spiritual mereka yang sulit dinalari, dan rentan terhadap godaan setan yang bernama setan Ria. Nanti malah bisa-bisa mengganggap diri mereka selevel dengan para Wali. Wah, repot ! <span> </span>Jadi mereka beranggapan soal spiritual yang bisa memancing rasa bangga di hati cukup menjadi rahasia pribadi saja. Tidak perlu di umbar-umbar.Yang mereka bisa <em>share</em> secara terbuka paling hal yang kira-kira bisa<span> </span>untuk sekedar seru-seruan saja, atau yang kira-kira bisa diambil manfaatnya bagi yang mendengarkannya, ya itu-itung obrolan pengantar <span> </span>ritual minum kopilah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dan ternyata mereka justru merasa nyaman untuk tetap menajadi diri mereka sendiri. Jujur apa adanya. Kalau lagi kepengin konyol ya konyol saja, kalau lagi ingin sedikit jahil ya jahil aja, kalau kepingin berlagak  gaya-gayaan seperti anak band ya, gaya saja. <em>Cuek </em>!. Gak perlu jaim, mentang-mentang sudah tobat, mentang-mentang hidupnya sudah nyu-fi, wajahnya udah berubah bening, mentang-mentang sudah begini-begitu. Mereka justru tidak ingin ada predikat sebutan apapun yang melekat pada dirinya, yang bisa membelenggu jiwanya, apa lagi sampai menjadi Tuhan kecilnya di hatinya. Amit-amit, deh.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Meski mereka berusaha menyembunyikan predikatnya sebagai sufi kecil-kecilan, <span> </span><em>tho </em>orang tetap saja diam-diam menaruh perhatian kepada mereka. Bahkan ada seseorang dulunya berani menantang justru kini jatuh terkapar tak berdaya, hanya saja belum mau sungkem atau pun rela mencium tangan mereka bolak-balik. Hehehhehehe.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Seperti juga apa yang terjadi pada kehidupan rumah tangga akhir-akhir ini. Konon, istri Duile kini sikapnya jauh lebih manis dan lembut terhadapnya. Istrinya yang dulun jutex dan bengis seperti singa lapar, kini jauh lebih ramah dan bijak menghadapi suami. Dulu yang cuek soal servis kepada suami kini lebih perduli. Minimal ia mulai mau menyikat gigi sebelum berangkat tidur dan di <em>kiss</em> suami.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Bahkan kami kini lebih bisa menikmati hubungan suami-istri”. Kata Duile tiba-tiba tanpa rasa sungkan</p>
<p class="MsoNormal">“O ya ? Apa lu kini melakukan berbagai eksperimen saat di ranjang ?” Tanya Al memancing percakapan di seputar sex agar diskusi berlanjut lebih jauh</p>
<p class="MsoNormal">“Eksperimen bagaimana maksud lu ? Ini kita ngomong soal kehidupan ranjang suami-istri, bukan soal penelitian di laboraturium “ Kata Duile sedikit ketus</p>
<p class="MsoNormal">“Masa lu gak mudeg, si ?. Eksperimen maksud gue,<span></span> ya, <span> </span>mungkin saja lu pakai teknik-teknik gokil kayak bule, gitu, seperti merantai kaki dan tangan di atas ranjang, menetesi cairan lilin di sekujur badan, atau saat pemanasan istri lu menari <em>striptise</em> dulu pakai tiang atau pecut di tangan “. Kata Al sok tau.</p>
<p class="MsoNormal">“Ngaco ! Gapain repot-repot begitu ? Soal teknik dari dulu samapai sekarang yang gue lakukan tetap sama, masi konvensional, kayak nenek-moyang kita dulu “</p>
<p class="MsoNormal">‘konvensional ? <em>Crocodille style </em>maksud, lu ?”</p>
<p class="MsoNormal">“ Entahlah apa namanya. Terserah ! Yang jelas kini makin tahan lama dan terasa jauh lebih nikmat. Mau tau kenapa ?”</p>
<p class="MsoNormal">“ Mau-mau !” Seru Al menggebu-gebu. Maklum jomblo satu ini soal kebutuhan paling primitive seprti itu masih menjadi cerita mewah yang baru sampai di batas angan-angan.</p>
<p class="MsoNormal">“ Karena pengaruh Dzikir di hati “. Duile membuka rahasia</p>
<p class="MsoNormal">“Kok ?”Mulut Al blongo lebar</p>
<p class="MsoNormal">“Ya. Hati yang selalu berdzikir, ternyata bisa menahan gejolak dorongan syahwat. Walhasil otak ini lebih mudah untuk dikendalikan, seperti tetap memagang seutas tali laying-layang, tarik…, kemudian ulur…, tarik lagi…, ulur lagi…Begitu seterusnya. Main layangannya bisa jadi lama kan ?” Kata Duile berteori</p>
<p class="MsoNormal">“Ow….Gila-gila. Trus-trus..!!”</p>
<p class="MsoNormal">“Dan rasa nikmatnya jauh lebih luar biasa. Sebab ada rasa syukur yang menyertainya. <em>Alhamdullilah</em>-nya lebih berasa, gitu lho. Bisa kebayang ga, lu ?”</p>
<p class="MsoNormal">“Kebayanglah. Berarti lu main sama ALLAH dong ?”</p>
<p class="MsoNormal">“Ya iyalah. Setan nggak punya kesempatan untuk nimbrung”</p>
<p class="MsoNormal">“Kalau berhasil membuahi, bakal menjadi si jabang bayi yang hebat banget dong, ya ?”<br />
”Iya. Gak mungkin melahirkan keturunan setan juga. Hahahahhah. ”</p>
<p class="MsoNormal">Al menyimpan rasa kagum dengan sahabatnya itu, yang kini sudah dapat beribadah pada dimensi yang lebih luas.</p>
<p class="MsoNormal">“Tapi Dzikir sambil main begitu cuma untuk hubungan suami-istri saja kan, Du ?“</p>
<p class="MsoNormal">“Tentu saja. Mana mungkin main sama WTS sambil Dzikir. Orang yang melakukan perbuatan di larang agama gak mungkin Dzikir (ingat) kepada ALLAH “</p>
<p class="MsoNormal">“Wah, penemuan lu ini harus segera di patenkan. Kedepannya pasti bakal mengalahkan obat-obat kuat, bahkan bisa bikin para konsultas sex gulung tikar”</p>
<p class="MsoNormal">“Kalau you mau membuka lemabaga pelatihannya, ane siap jadi pengajarnya. Hahahahh”</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Tapi lu gak berdzikir untuk menacari kenikmatan atau agar bisa tahan lamakan, coy?&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Galah. Itu sama saja hijrah hati muter-muter. Dari dunia kembali lagi ke dunia. Kapan sampainya. dong?&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Bagus deh. Lu bukan termasuk orang yang menyalahgunakan Dzikir&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rocknsufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rocknsufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rocknsufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rocknsufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rocknsufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rocknsufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rocknsufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rocknsufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rocknsufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rocknsufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rocknsufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rocknsufi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rocknsufi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rocknsufi.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rocknsufi.wordpress.com&amp;blog=7222544&amp;post=24&amp;subd=rocknsufi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rocknsufi.wordpress.com/2009/04/06/24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda74c8b63cd5098654a1acb5ca2f36a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rocknsufi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
